15 Januari 2008
13 Januari 2008
09 Januari 2008
08 Januari 2008
06 Januari 2008
Susuku Sesukaku.... (ASI vs PASI)
Sewaktu minum susu Bebelac ada perubahan pada kondisi kesehatan dan perilaku keduanya. Tiap malam mereka sesak (ngrok...ngrok gitu, kalau bernafas). Trus, perilakunya juga agak proaktif dan gelisah dibanding sebelumnya. Wah ini pasti ada yang tidak beres nih. Tanpa kami sadari, kondisi itu terus berlangsung selama hampir seminggu. Trus, tiba2 (nggak tahu kenapa) kami coba2 alternatif susu Lactogen. Eh, ngrok...ngroknya berangsur pulih. Hanya saja memang muncul gejala baru. BABnya cenderung berwarna hijau tua dan berbau kurang sedap..... dan mereka agak kurang suka dengan rasa susunya.
Memasuki usia 9 minggu kami coba balik lagi ke Bebelac tuk KK Aim dan nyobain Vitalac buat Ade' Iam. Semoga dapat pengalaman lebih baru dan lebih baik lagi...Amin.
Oia, ini ada artikel menarik tentang kiat pemilihan susu formula.
PEMILIHAN SUSU FORMULA TERBAIK BAGI ANAK
(Dr Widodo Judarwanto SpA)
Asi adalah susu yang terbaik bagi anak. Susu formula terbaik adalah susu yang cocok dan tidak menimbulkan gangguan. Bukan karena susu yang disukai, termahal, terkenal atau yang mengandung berbagai macam kandungan kecerdasan.
Seorang ibu mendapat advis dari dokter bahwa anaknya harus memakai susu formula A. Saat mencari susu tersebut di supermarket mendapat informasi dari seorang SPG (Sales Promotion Girl) bahwa susu A mungkin tidak cocok karena tidak bisa menggemukkan jadi harus dengan susu B. Sesampai di rumah si ibu mencoba “curhat” pertelepon dengan temannya. Si teman mengatakan bahwa anaknya bisa gemuk dengan susu C karena lebih terkenal dan lebih mahal. Dengan perasaan bingung si Ibu mencoba konsultasi ke dokter lainnya ternyata advisnya berbeda lagi, anak harus minum susu D. Akhirnya si ibu malah menjadi bingung mendapat informasi yang sangat berbeda ini.
Orang tua sering dihadapkan pada masalah pemilihan jenis susu formula tepat dan baik untuk bayi. Masalah ini diperumit dengan semakin banyaknya susu formula yang beredar di pasaran. Informasi tentang pemahaman pemilihan jenis susu semakin banyak didapatkan, baik dari dokter, sales promotion di supermarket, iklan di media cetak dan elektronik, brosur atau dari pengalaman ibu lainnya. Informasi yang beragam inilah yang membingungkan orang tua, karena sering sangat berbeda dan berlawanan.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa kesulitan pemilihan jenis susu formula banyak dialami oleh para orang tua. Pemilihan susu formula yang tidak tepat akan mengakibatkan gangguan beberapa fungsi dan organ tubuh seperti diare, sering batuk, sesak dan sebagainya. Gangguan sistem tubuh tersebut ternyata dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta mempengaruhi dan memperberat gangguan perilaku anak.
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dan anak. Tetapi menjadi masalah bila anak tidak dapat mengkonsumsi ASI dengan cukup karena berbagai kondisi dan keadaan. Penggunaan PASI (Pengganti ASI) menjadi alternatif yang tidak dapat dihindarkan. Pemilihan susu terbaik bagi anak harus dilakukan secara cermat dan teliti. Susu merupakan makanan bayi dan anak yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak dan jangka panjang. Bila susu tersebut tidak cocok bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang terjadi terjadi terus menerus dalam jangka panjang.
SUSU FORMULA TERBAIK
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris. Karena, susu formula dengan penjualan terbesar yang beredar di setiap negara selalu beredar. Di negara Indonesia misalnya susu formula merek A, di negara Amerika serikat merek B, sedangkan di Belanda mungkin merek C.
Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.
Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Susu yang paling enak dan disukai bukan merupakan pertimbangan utama pemilihan susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu.
Harga susu yang mahal dan merek yang terkenal juga bukan merupakan jaminan bahwa susu tersebut yang terbaik. Keterkenalan merek susu formula tertentu di suatu negara atau daerah sebenarnya lebih karena pertimbangan keberhasilan strategi pemasaran dan penyediaan barang. Hal ini dapat dillihat bahwa susu dengan penjualan tertinggi di negara satu dengan negara lainnya di dunia sangat berbeda dan bervaiasi. Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik.
Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHD pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan.
Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja. Penjualan susu formula adalah merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar dan sangat menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-loba mengangkat isu kecerdasan dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena sangat gencarnya promosi “susu kecerdasan” ini, banyak orangtua menolak bila susu anaknya tidak mengandung AA dan DHA. Fenomena ini merubah perilaku produsen untuk selalu menambah zat kecerdasan pada semua produk susu dan makanan anak.
Sehingga akhirnya penambahan kandungan AA dan DHA kesannya hanya untuk kepentingan bisnis belaka. Penambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. Bila terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna tersebut.
MENGAPA SUSU FORMULA TIDAK COCOK
Pengaruh ketidak cocokan terhadap susu formula bisa disebabkan karena reaksi simpang makanan bisa karena reaksi alergi atau reaksi nonalergi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sIstem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun.
Alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Reaksi non alergi atau reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi.
Intoleransi ini bisa terjadi ketidakcocokan terhadap laktosa, gluten atau jenis lemak tertentu. Reaksi simpang makanan tersebut terjadi karena ketidakcocokan beberapa kandungan didalam susu formula. Bisa terjadi karena ketidakcocokan terhadap kandungan protein susu sapi (kasein), laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Alergi susu sapi adalah alergi terhadap kandungan protein tertentu yang ada di dalamnya.
Banyak penelitian mengenai alergenitas protein susu sapi. Terdapat lebih dari 40 jenis protein yang berbeda dalam susu sapi yang berpotensi untuk menyebabkan sensitivitas. Kandungan pada susu sapi yang paling sering menimbulkan alergi adalah lactoglobulin, selanjutnya casein, lactalbumin bovine serum albumin (BSA).
Analisa Immunoelectrophoretic menunjukkan bahwa casein berkurang alergenisitasnya setelah pemanasan sekitar 120 C selama 15 menit, sedangkan lactoglobulin, lactalbumin berkurang terhadap pemanasan lebih dari 100C. BSA and gammaglobulin kehilangan antigenisitasnya pada suhu antara 70C – 80C.
GEJALA REAKSI ALERGI SUSU SAPI ATAU REAKSI SIMPANG SUSU FORMULA
Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa timbul karena reaksi cepat atau timbulnya gejala kurang dari 8 jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari baru timbul keluhan.
Tanda dan gejala ketidak cocokan susu formula atau alergi susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan tersebut dapat mengganggu semua organ tubuh terutama pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya. Tabel 1. Kondisi klinis yang dapat diperberat karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu formula
GANGGUAN SALURAN CERNA:
Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering rewel, gelisah atau kolik terutama malam hari. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, Feses berwarna hijau, hitam, berbau, sangat keras, cair atau berdarah. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.
Bila gangguan saluran cerna terjadi jangka panjang akan mengakibatkan : daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang infeksi terutama ISPA (batuk, pilek, panas, tonsilitis (amandel) berulang kadang setiap bulan atau lebih)
Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru). Gusi tampak bengkak seperti tumbuh gigi.
Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )
Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan <> 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
GANGGUAN TIDUR
(biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi.
AGRESIF MENINGKAT,
pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
GANGGUAN KONSENTRASI :
cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Tidak menyukai tempat yang sempit seperti box bayi atau ruangan kamar yang kecil. Sehingga sering minta keluar ruangan atau halaman luar rumah.
EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.
GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur <> 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula. Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi.
Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. Dalam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus (lendir yang berlebihan).
Hal lain sering terjadi anak divonis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan. Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi.
Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut. Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Anak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 – 40% mengalami alergi susu soya (kedelai).
Tetapi susu soya merupakan pilihan pertama untuk anak alergi susu sapi pada usia di atas 6 bulan. Bila anak mengalami alergi susu sapi yang ringan seperti gangguan kulit dan saluran cerna ringan akan bisa menerima susu sapi tersebut sekitar usia 1 tahun. Bila mengakibatkan gangguan berat seperti batuk, asma dan muntah biasanya akan bisa menerima susu sapi di atas usia 2 hingga 5 tahun. Bila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya.
Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.
Proses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut.
Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda. Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. Bila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA gangguan kulit bisa menghilang.
Buang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu. Pemberian susu formula khusus seperti susu soya, susu peptijunior atau susu hipoalergenik sering dianggap tidak bergizi dibanding susu formula lainnya.
Sebenarnya secara umum pendapat ini tidak benar. Setiap susu formula kandungan vitamin, mineral dan kalorinya adalah sama, sudah sesuai standar FDA. Harus sesuai dengan kebutuhan anak menurut usianya. Memang susu tersebut tidak mengandung AA, DHA, dan ”kandungan kecerdasan” lainnya.
Padahal penambahan kandungan zat tersebut masih belum terbukti secara klinis. Sedangkan bila susu formula lainnya tetap dipaksakan maka banyak gangguan fungsi organ tubuh dan ganggua perilaku yang dapat terjadi dalam jangka panjang. Hal ini justru akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik.
Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk.
Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.
KESIMPULAN
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Pertimbangan lain adalah pertimbangan harga susu yang harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga dan harus mudah didapatkan di pasaran. Reaksi simpang makanan yang diakibatkan susu formula bisa disebabkan karena beberapa komposisi yang terkandung di dalamnya. Baik berupa reaksi alergi, intoleransi, atau reaksi simpang lainnya. Reaksi tersebut dapat mengganggu beberapa organ tubuh dan perilaku pada anak.
BEHAVIOUR CLINIC PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN ANAK)
JL RAWASARI SELATAN 50 JAKARTA PUSATJL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5, BENHIL JAKARTA PUSAT
RUMAH SAKIT BUNDA JAKARTAtelp : (021) 70081995 - 4264126
email : wido25@hotmail.com , htpp://www.childrenfamily.com
02 Januari 2008
Libur Panjang, Ahamdulillah Maksimal
Sebelumnya, di kepala kami bayak sekali rencana perjalanan yang akan dilakukan. Mulai dari sekedar jalan2 ke mall, ke monas, sampai ikut pengajian rutin mingguan di mesjid Agung Sunda Kelapa.
Namun, semuanya buyar seiring dengan teringatnya jadwal imunisasi Kk Aim & Ade' Iam pada 29 Desember 2007 kemarin. Sekaligus menandai ulang bulan ke- 2 mereka (oia, mereka dah 5,2 & 5,7 loh?)
Pasca tetes polio dan suntikan DPT dilakukan..., 3 jam berselang terjadilah 'koor' paduan suara ngoeeq....ngoeeeeek...ngeaaaakkkk dari mulut bersih mereka berdua. Bisa dibayangkan; kami berada di ruang kecil divariasikan dengan lengkingan tangis dua bocah cerdas nan saleh secara bersahut-sahutan, membuat para tetangga pada nengok dan sekedar bertanya ada apa gerangan?
Heheheee......, pokoke ...rame...asli...
Lengkingan suara si Kk gak terlalu lah, suaranya si Ade' Iam itu loh yang .... mengemparkan plafon dan dinding rumah. Sampai2 plafon dan dinding pada retak2.
Setelah 2-3 jam berselang, puncak masa kritis (demam) mulai mereda dan membuat mereka agak tenang dan bisa tertidur sejenak. Ketika itu...dari mulut kami hanya bisa terucap subhanallah...alhamdulillah...ya Allah. Engkau memberi kami sebagian dari rezekiMu berupa nikmat merasakan 'tangis' bayi yang sedang berjuang melawan antivirus dalam tubuhnya......
Selebihnya, ntar disambung lagiu ya...(ada pesan 'ym' bunda)
27 Desember 2007
26 Desember 2007
Kk Aim & Ade Iam ikutan Shalat
19 Desember 2007
Idul Qurban....
16 Desember 2007
13 Desember 2007
05 Desember 2007
Puang@yah ke Bali Sebentar, ya....
Sebelum ke sana sudah terbayang gimana kangennya PuangAyah sama kalian bertiga. Kalau boleh memilih sih mendingan di rumah....berhaha..hihi........
Keindahan alam Bali tidak akan mampu menggantikan keindahan bersama kalian.
....eh pas pulang Kk Aam dah 4,8 kg dan Kk Aim 4,3 kg Alhamdulillah.....
03 Desember 2007
'Keseharian Kakak Aim dan Kakak Iam'
Hal itu ternyata berpengaruh pada pertumbuhan fisik mereka. Kk Am pertumbuhannya lebih cepat (karena memang dari awal lahir lebih berat, 2,8 kg), sedangkan Kk Im realtif lebih lambat (lahir 2,6). Dalam beberapa kesempatan kami sering memandangi wajah imut dan menggemaskan mereka, memang tampak sebuah perbedaan yang lumayan menyolok.
Syukurnya, karena perbedaan itu membawa sebuah semangat untuk memperlakukan mereka memang harus berbeda (dari banyak sisi). Yang pasti kalau kasih sayang dan perhatian itu tetap seirama dan seimbang.
Oia, sekarang ini, mereka berdua dah mulai bisa mengenali suara dan wangi badan kami. Jadi kalau rewel dikit trus digendong ma bunda...wah mereka langsung diam seribu bahasa, malah cenderung langsung tertidur pulas.
Keseharianmereka teratur banget; pagi sepulangnya puangAyah dari mesjid mereka bangun...(walau sekedar merengek minta nenent atau sekedar rewel pengen digendong). Kalau sudah begitu, pasti bundanya langsung menyambar menciumi mereka dengan 'bebe' masih melekat di pipi mereka bertiga (hahaha,.....).
Menjelang jam 7, kita ber..haha...hihi...dulu di pembaringan mereka...sambil nunggu dipipisin dan dibeolin (kami dah berkali-kali kena semprot mereka). Kalau dah puas ngerjain kami dengan sisa pembuangannya mereka ditelanjangi, siap2 acara jemuran selama 15-30 menit.
Acara jemuran ini merupakan aktivitas yang paling disenanginya. Mereka sangat menikmati aktivitas satu ini. Mereka dibolak-balik sampai semua bagian tubuhnya terkena sinar matahari pagi nan sejuk. Setelah itu siap-siap berenang deh....wiuhhhhhh.....dinginnnnnnn..........
Acara mandi ini membawa nuansa tersendiri....karena pasti diwarnai dengan tangis melengking mereka ketika pertama kali tersentuh air yang dilekatkan ke handuk gosok badannya. Mereka dilumuri sabun sekaligus berfungsi shampo. Trus, tibalah waktunya bercebur ria ke bak mandi....(hmmm.....segar..., airnya hangat2 kuku sih).
Selesai mandi, dimake up deh...., dilap pake handuk, dipakein minyak telon, baby oil, salep anti jamur, trus pake popok n baju keren deh. Nah kalo sudah begini siap2 diserang ciuman say good bye.... dari p.Ayahbunda yang siap pula menuju kantor. Trus, sambil menanti p.Ayahbunda dari kantor Kk bobo pulas deh setelah mimi' sebotol susu.
Sore harinya, jam 4 mereka mandi sore....dst. nah malam harinya ketemu p.Ayahbunda lagi deh...., bobo bareng dan main ciluuuukkkk...ba.....
Trus, setelah lelah ... kamipun bobo bareng.....
02 Desember 2007
19 November 2007
Masihkah...Masika?

SUSUNAN PENGURUS NASIONAL
MAJELIS SINERGI KALAM (MASIKA) ICMI
PERIODE 2006 – 2009
Majelis Penasehat
Dr. Marwah Daud Ibrahim
Ir. M Hatta Rajasa
Dr. Ir. Muslimin Nasution, APU
Prof. Dr.Azumardi Azra
Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir
Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH
Drs. Priyo Budi Santoso
Dr. Yudi Latief
Apendi Arsyad, MSi
Andrinof A. Chaniago, MSi
Hamid Basyaib
Dr. A.E. Priyono
Notrida G.HB. Mondica
Eep Saifullah Fattah, SIP., MA
Dr. Ade Armando
Prof., Dr. Musliar Kasim
Deddy Djamaluddin Malik, MA
Radius A. Hadariah
Drs. Abdul Hamid
Saraswati Chasanah, MM
Tatat Rahmita, MT., MA
Nur Hidayat Sardini, M.Si.
Lefna Erfan
Sibawaihi
M. Sahal, S.Si, MSi
La Ca Muhammad, SS
Pengurus Nasional MASIKA
Ketua Presidium : Ir. Ibnu Mahmud B
Presidium : Sidi Mawardi, SS., M.Si.
Presidium : Muh. Muslih, SH
Presidium : Iwan Gunawan, S.Sos.
Presidium : Mohammad Nasih, STh.I., M.Si.
Ketua Bidang Kajian dan Penelitian : Fathullah
Ketua Bid. Kelembagaan, Kaderisasi : Marbawi, SIP
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat : Piet Haidir, S.Th.I
Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan : Ahmad Sani, S.E.
Ketua Bid. Pendidikan & Pengembangan SDM : Akbar Zulfakar
Ketua Bidang Hukum dan HAM : Tubagus Erif Faturahman, S.I.P., M.Si
Ketua Bidang Good Governance, Demokrasi dan OTDA : Haris Rusli Moti
Ketua Bid. Hub. Luar Neg. & Pol. Internsl : R. Ujang Komarudin, S.H.I., M.Si.
Ketua Bidang Pengembangan IPTEK : M. Kozin, S.T
Ketua Bid. Agama,Budaya,Pengb.Karakter : Zulfikar Arsa Sadikin, S.I.P.
Ketua Bidang Informasi dan Jaringan : Mahya Ramdani
Ketua Bidang Buruh, Tani, Nelayan, dan Ketenagakerjaan : Yulianto, SH
Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup : dr. Rosita Rifa’i
Ketua Bid.Gender, dan Remaja : Umi Azizah Rahmawati, S.T., M.T
Ketua Bidang Energi, Industri dan Perdagangan : Busman DS, S.Sos., M.Hum
Ketua Bid. Pertanian, Kehutanan, & Kelautan : Agung Wiratno, ST., MT
Sekretaris Jenderal : Dwi Agus Susilo, S.Kom., M.Si
Wakil Sekretaris Jenderal : Nurdin, S.Ag
Wakil Sekretaris Jenderal : Slamet Effendi MF
Wakil Sekretaris Jenderal : Asep Hendra Harmaen, S.Sos
Wakil Sekretaris Jenderal : Diwangkoro
Wakil Sekretaris Jenderal : Suci Muriani, S.Pd.
Wakil Sekretaris Jenderal : Mujahid A. Latief, S.H., M.H.
Wakil Sekretaris Jenderal : Mukti Amir
Wakil Sekretaris Jenderal : Asep Kamaludin, M.Si.
Wakil Sekretaris Jenderal : Suwardi, ST
Wakil Sekretaris Jenderal : M. Ansor, M.Si.
Wakil Sekretaris Jenderal : Akuat Supriyanto, S.S.
Wakil Sekretaris Jenderal : Rahmatullah
Wakil Sekretaris Jenderal : Natsar Desi
Wakil Sekretaris Jenderal : Irfan Ido, M.Sc.
Wakil Sekretaris Jenderal : Yayat S. Hidayat
Wakil Sekretaris Jenderal : Sirajuddin, S.T
Bendahara Umum : Ir. Erick Abdurrahim
Wakil Bendahara Umum : Ade Iskandar Nasution, S.E.
Wakil Bendahara Umum : Erni Johan, S.Si.
Wakil Bendahara Umum : Charles Siregar, SS
Wakil Bendahara Umum : Arfian, M.Si.
Wakil Bendahara Umum : Adriadin, S.T.
Wakil Bendahara Umum : A. Farichin, S.Ag.
Wakil Bendahara Umum : Rahmad Kardi
Wakil Bendahara Umum : Rozi Safari
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN
1. BIDANG KAJIAN DAN PENELITIAN
Departemen Penelitian
Ketua : Sidra Tahta Muchtar, M.Si
Departemen Kajian
Ketua : Ali Fahmi, SIP
2. BIDANG KELEMBAGAAN, KADERISASI DAN PROMOSI KADER
Departemen Organisasi dan Kaderisasi
Ketua : M. Fadli, SH
Anggota : A. Zaki Nur Ihsan, ST
Dedy Djamaludin
Bubung Lukman Hakim
Departemen Promosi Kader:
Ketua : Jen Zuhdi Rozalin, SH
Anggota : Wahyudi Muslih
Asy’ari
Ahmad Azis
3. BIDANG. PENGABDIAN MASYARAKAT
Departemen Pengorganisasian Sosial :
Ketua : Drs. Conrita Ermanto, M.Si.
Anggota : Abdul Hakam Barok
Irwan Maryulin
Zaenal Arifin, SHI
Rido Rejekiono, SE
Departemen Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat:
Ketua : Asep Badruzaman
Anggota : Heri Nuryanto
M. Asri Anas, MSi
Saifudin
Arip Budiman
4. BIDANG EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN
Departemen Ekonomi
Ketua : Aji Erlangga, S.E.
Anggota : Harvi Gigih Gautama, SE., MSi
Yudi Helfi, SE
Muhammad Adnan Abdullah, S.E., M.M
Fran Dion, M.Sc
Departemen Kewirausahaan:
Ketua : Suwarno Sumantri, S.E.
Anggota : Agus Sulistyo, SE., MM
Aznirsyah
Miftahun Najah
5. BIDANG PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Departemen Pendidikan :
Ketua : Tukino, S.Pd., M.Si.
Anggota : Dwi Pujo Riyanto
Rudi Gunadi
Hikmat Hadiyat, S.Pd.
Iwan Febriyanto Vegan
Departemen Pengembangan SDM
Ketua : Amirudin
Anggota : Binti Nur Aisyiah, S.Ag.
Parsadaan Harahap
Rusman Sudarsono
Agus Susanto
6. BIDANG HUKUM DAN HAM
Departemen Hukum dan Perundang-undangan
Ketua : Haris Kusworo, S.HI
Anggota : Dwiyanto, S.H.
Ali Sadikin, S.H.
Abdul Azis, S.H.
M. Luthfi Muslih, S.H.I., M.H.I.
Teguh Heri Setiadi, SH
Departemen Hak Asasi Manusia
Ketua : Hermawanto, S.H.
Anggota : Husen Pelu, SH
M. Jodhi S
Surahmin, S.H., M.H.
Ahmad Syahrir, S.H.
7. BIDANG GOOD GOVERNANCE, DEMOKRASI DAN OTDA
Departemen Penyenggaraan Pemerintahan dan Otda
Ketua : Syahrion Tridel, S.I.P, M.Si.
Anggota : Fuad Abdullah, S.Th.I.
Arif Ma’ruf, MSi
Haswan Boris S, S.I.P
Mujiburrohman
Departemen Penguatan Masyarakat:
Ketua : Fajar Riza Ulhaq
Anggota : M. Harun, M.A.P.
Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si.
Aji Wahyudi, S.I.P
Abdur Rochman
8. BIDANG HUBUNGAN LUAR NEGERI DAN POLITIK INTERNASIONAL
Departemen Kerjasama Luar Negeri
Ketua : Kiki Luthfillah
Anggota : Adi Rusyadi
Muslim Mufti, M.Si.
Septi Selawati, S.I.P
Rudi Kurniadi, S.I.P., M.Si.
Departemen Politik Internasional
Ketua : Ali Sungkar, S.I.P., M.Si.
Anggota : Agus Muttamar, S.I.P, M.A.
Doni A. Amir
Budi Santoso
Mala
Muhammad Nabil
9. BIDANG PENGEMBANGAN IPTEK
Departemen Ilmu Pengetahuan
Ketua : Ir. Hasanudin Rumra
Anggota : Kudrat Kanda
Abdullah
Feri Edi, S.T.
Departemen Teknologi
Ketua : Beni Pangbin., ST
Anggota : Indra J Saean., ST
Hadi Wahyudi, SSi
Oktavia Asril, ST., MT
Husnul Iqbal A
Ruslan Abdul Ghani
Alfin Falihian
10. BIDANG AGAMA, BUDAYA, DAN PENGEMBANGAN KARAKTER
Departemen Agama
Ketua : Rin Endah H.
Anggota : Abdul Ghofur
M. Yusup
Sulaiman, S. HI
Nur Fajriyah, S.S.I
Departemen Budaya
Ketua : Mika Wilda, S.S. M. Phil
Anggota : Tarwandi, S.Ag
Rayendra, S.H.I
Heri Mardi, S.Pd.
Nur Harsya Aryo Samudra, S.Sn
Departemen Pengembangan Karakter
Ketua : Abdul Azis Muslim
Anggota : Agus Ismanto, M.Si.
Zaini Hamdi
Yusro, S.Si.
11. BIDANG INFORMASI DAN JARINGAN
Departemen Informasi:
Ketua : Mas’ad Masrur, S.T.
Anggota : Ardi Winangun
Eva Susanti
Hendra Martadireja
Hilda Muharyani, SPd
Departemen Jaringan
Ketua : Hadi Suprapto
Anggota : Ahmad Khoirul Umam
Syahrullah Habibi
Hasdhira
Jamaluddin M
Alfi Rahmadi
12. BIDANG BURUH, TANI, NELAYAN, KETENAGAKERJAAN
Departemen Buruh dan Tenaga Kerja
Ketua : Lutfi Mubarok, S.H.
Anggota : Adam Hermawan, S.Sos.
Herlan Firmansyah
Afriman, S.E.
Yusuf Firmansyah, S.H.I
Departemen Pemberdayaan Tani dan Nelayan
Ketua : Nurcholis Hidayat, SH
Anggota : Ali Nursyahid, S.H.I
Purnomo
Jaelani Parandi
Eko Budi
Suhadi AM
13. KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Departemen Kesehatan
Ketua : dr. Kriswanto
Anggota : M. Balya
dr. Umi Amin Summa
Yuyun Yunan
Departemen Lingkungan Hidup
Ketua : Faisal M Yasin, MSi
Anggota : Djoko Suwito, S.H.
Nurjubaya
Muhammad Yusuf
Tri Gunawan Jayawardana
Amiluddin Rabbi
14. BIDANG GENDER, KEPEREMPUANAN DAN REMAJA
Departemen Gender:
Ketua : : Cut Ema, S.H.
Anggota : Neneng
Fimela
Mulyano
Daliy Sulastri
Ade Indah
Departemen Pemberdayaan Remaja
Ketua : Andi Tantri Ajeng
Anggota : Sri Hayati, S.Sos.
Dila Novita
Aguswanti Lahamid
Siti Masjidah
Umi Farida
15. BIDANG ENERGI, INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
Departemen Energi dan Industri
Ketua : Iswari Al-Farisi
Anggota : Fajar Qadri
Fadra
Suryopranoto
Departemen Perdagangan
Ketua : M Barlian, M.Si.
Anggota : Parsadaan Harahap
M. Yusran Darmawan
M. Sito Anang
Ali Muqowam, S.E.
16. BIDANG PERTANIAN, KEHUTANAN, DAN KELAUTAN
Departemen Pertanian
Ketua : Nur Hadi, S.Si.
Anggota : Heni Sulistyorini, SP
Abdul Hamid, S.P.
Departemen Kehutanan
Ketua : Kustomo, S.Hut.
Anggota : Bahder Syarifin Maloko
Ahmad Idham
Nur Azizi
Departemen Kelautan
Ketua : Agustin Paranginangin
Anggota : Wahyudin, S.Pi
Mardiono
Paid Ponanda

